Rest In Peace Kiwi 🥺
Senin 2025.04.13,
Bag I:
Kita pergi ke acara pemakaman Kiwi yg baru aja berpulang kira-kira 3 hari sebelumnya, atau lebih? Entahlah, aku gk ingat kapan. Sebelum meninggal, Kiwi sebenarnya udah sakit-sakitan hampir sebulan lamanya. Pertama-tama dia sudah sangat tidak berenergi; kemudian kedua matanya mulai katarak; lalu kakinya yang memang sering gemetaran itu tak bisa lagi digerakkan.
Abangnya Tiger bolak balik bawa Kiwi ke dokter hewan untuk dirawat. Kiwi yg terbaring lemas, divonis sakit ginjal stadium akhir. Dijelaskan bahwa ginjal Kiwi (yg memang tak seberapa besar itu) telah menyusut hingga hampir tidak kelihatan.
Pertama kali saat mendengar vonis itu, pikiranku langsung melambung ke keseharian Kiwi yg selalu menahan pipis dan air besar di rumah. Dia bisa tahan untuk tidak pipis sampai kita bawa dia ke taman. Sampai mendekati akhir hayatpun, dengan kondisi yg sudah sakit-sakitan, dia lebih memilih merangkak ke kamar mandi untuk pipis/berak daripada buang air di tempat tidurnya.
Setelah vonis itu, Abangnya Tiger setia menjaga Kiwi. Tiap pulang dari tempat kerja, Kiwi yg tidak bisa makan/minum dia suap dengan pipet suntik dan diinfus. Melihat situasi Kiwi yg begitu memprihatinkan, aku mulai bertanya, apakah lebih baik jika Kiwi kita euthanasia saja?
Tentu, ini bukan sesuatu yg bisa aku ataupun anggota keluarga lainnya bisa putuskan. Hanya Abangnya Tiger yg punya hak sepenuhnya.
Suatu hari, Abangnya Tiger ribut2 di dalam kamarnya. Ku dengar suara bantingan barang berkali-kali, dan aku minta Tiger untuk sekedar melihat Abangnya, tp dia tolak. Setelah itu, Abang Tiger tidak pulang lagi ke rumah.
Ternyata Abangnya Tiger kabur dari rumah membawa Kiwi. Perkaranya, jarum infus Kiwi jatuh berceceran entah oleh siapa. Jarum infus yg kotor tidak bisa lagi dipakai dan Kiwi harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya semakin parah dan lewat 4-5 hari kemudian, Abang Tiger kirim pesan bahwa Kiwi sudah meninggal...
Kemudian, Abangnya Kiwi umumkan kalo dia mengadakan acara pemakaman untuk Kiwi. Semuanya terjadi sangat cepat.
![]() |
| Kiwi dihias, dan kita mulai membacakan doa untuk dia. |
Bag II:
Sebelum hari pemakaman, Abangnya Tiger bawa jenazah Kiwi pulang ke rumah untuk dimandikan. Hari itu, aku dengar pintu kamarku diketuk, ketika membuka pintu, aku gk melihat siapapun kecuali Abang Tiger yg ada di kamar mandi. Sekilas aku lihat dia seperti membawa benda putih di tangannya.
Aku blg ke Tiger kalo Abangnya pulang, dan kayaknya dia bawa Kiwi loh... Tp Tiger blg gk usah digubris. Hari itu aku sebenarnya merasa sangat gk resah gk keluar kamar buat ngecek. Tapi aku gk keluar kamar karna aku gk presentable :(
Sekarang dipikir-pikir lagi, harusnya aku tetap turun keluar kamar buat ngecek walau Tiger kayak Tai, gk menggubris orang :(((
Di hari pemakaman, Tiger bawa mobil dan sekeluarga (aku, Papa-Mama Tiger, Kakakya Tiger dan Ponakannya), pergi ke rumah pemakaman Kiwi. Hari itu Tiger ada kelas online, jadi dia bawa mobil sambil pakai laptop dan... hmm skill bawa mobilnya agak menakutkan. Tp itu untuk cerita di lain kali saja.
Sampai ke rumah pemakaman Kiwi (tempat Abangnya Tiger bekerja) kita langsung di arahkan untuk melihat Kiwi untuk terakhir kalinya. Aku kira aku tak akan menangis. Tp begitu melihat Kiwi yg selalu clingy ke kita sudah berbaring tidak bernyawa, air mataku langsung bercucuran :(((((((
Aku kira aku sudah siap. Aku bahkan pernah berpikir untuk me-"matikan" Kiwi agar dia terbebas dari segala sengsara.., Tapi ketika harinya tiba, aku masih saja tak rela :(((
Setelah baca doa, kita dikasih waktu 15menitan untuk melihat dan berpamitan dgn Kiwi sebelum dia dikremasi.
Ponakan Kiwi yg gk tau apa itu mati, dengan lugasnya bikin candaan:
“Kiwi 死了 對不對? Kiwi是狗 所以他是死狗!死狗! 死狗! 死奇異果!😄”
Kurangnya simpati dalam tuturan ponakan itu membuatku bulu kudukku merinding.
(Bahkan setelah ku jelaskan apa itu kremasi, esoknya dia membuat tuturan yg lebih dingin tak berperasaan: “Kiwi的東西可以收起來了。 他已經死掉了!” dan lanjut makan :)
Aku gk mau punya anak, please.
Gk lama setelah kita bersapa mengucapkan selamat tinggal untuk Kiwi, dia pun dikremasi. Proses kremasi berjalan 2 jam lamanya. Pas mengantar Kiwi ke dalam untuk dibakar, kita nangis lagi :((
Kiwi.. we will miss you :((
![]() |
| Tulang Kiwi setelah kremasi. diblg sama petugasnya kalo “完整度算高” meskipun Kiwi udah tua :(( |
| Kiwi yg selalu setia menemani kita dalam aktivitas apapun. Mau kerja, mau makan, mau tidur, dia selalu memilih duduk di samping kita :(( Kiwi you'll be missed forever :((( |


Comments
Post a Comment