kau terlalu indah
Dan.. setelahnya. Semua terasa sama saja. Ya. Apa? Kau katakan itu adalah wajar. Tapi bukan itu yang kurasa. Mungkin.. hanya mungkin aku yang telah menempatkan diri di posisi itu. Bukan logika tapi hati. Dan kau yang bertindak keji. Tidak butuh penjelasan, lagi pula kau dan aku bukan pendengar yang baik.
Hanya saat aku terbuai dan kau membuai,
seolah begitu mesra dan semua hanya delusi semata.
Aku kehilangan. Dan kau tidak.
Kurasa ini tidak adil, tapi salah siapa??
Kau dengan kejinya dan aku dengan bodohnya.
Tenggelam dalam emosi kelam.
Dan semua ternyata semu saja.
Comments
Post a Comment