Menjahit Pita Suara
Pikiranku hanya acuh pada yang bermakna dua; lidahmu.
Di luar itu tetek bengek semua.
Sehingga aku, ingin menjadi yang paling liar.
Sehingga aku, ingin menjadi yang paling liar.
Makhluk yang kau takutkan.
Mimpi burukmu siang-malam sampai bulan mati berikutnya.
Pejamkan mata.
Pejamkan mata.
Aku tetap tak kemana.
Bunuh saja yang ingin berkelana; akal sehat. Bebas! Terserah!
Sebab aku menjahit pita suara.
Sebab aku menjahit pita suara.
Menjerit kencang setelah lama bungkam.
Atau pelantingkan diri keluar jendela.
Menerangkan yang kau tahu tak seberapa.
Biar kuingatkan satu hal yang semua lupa;
Yang menenteng kepala kemana-mana, mereka pura-pura gila.
Biar kuingatkan satu hal yang semua lupa;
Yang menenteng kepala kemana-mana, mereka pura-pura gila.
Comments
Post a Comment