Idiocracy (2006) review+opini

Pernah gk sih kalian nonton film dengan tema yang seharusnya komedi, tapi begitu ceritanya selesai, yang tertinggal di kepala justru adalah rasa horor?? Itulah apa yang kurasakan sejak beberapa hari lalu setelah menyelesaikan film berjudul “Idiocracy”

Idiocracy adalah film tahun 2006 yang disutradarai oleh Mike Judge. Bercerita tentang kecerdasan umat manusia, khususnya Amerika, yang terus menurun sejak tahun 2005. Seorang laki-laki dan perempuan direkrut untuk kemudian “dihibernasikan” selama setahun, agar dapat menghindarkan umat manusia dari malapetaka ini. Sialnya, kepala pelaksana eksperimen ditangkap, dan kedua manusia itu pun tertidur selama 500 tahun. 

Saat mereka terbangun pada tahun 2505, kecerdasan manusia pada masa ini telah mengalami kemerosotan yang sangat parah, mereka bahkan tidak tahu apa jawaban untuk 1 ditambah 1. Tokoh utama kita pun berencana untuk mencari mesin waktu, agar dapat kembali ke tahun 2005. Akankah ia berhasil?? 

Seharusnya ini adalah film komedi. Dari awal hingga akhir cerita, ada banyak adegan konyol yang membuat kita tertawa terbahak-bahak… tapi sayangnya, disaat yang bersamaan, adegan konyol tersebut menyiratkan sebuah kenyataan yang miris, dan itulah yang membuat film ini seperti cerita horor yang menghantuiku selama berhari-hari.

Meskipun pada kenyataannya agak mustahil untuk umat manusia secara keseluruhan jatuh kedalam gerakan “idiocracy” ini, tapi tidaklah mustahil bagi sebagian orang. Dengan semakin berkembangnya teknologi, semuanya serba otomatis,manusia tidak perlu lagi banyak berpikir; dengan semakin mudah terjangkaunya hiburan di social media seperti, youtube, tiktok, dan instagram, manusia jadi terbiasa dengan “mindless consuming”; dengan semakin recehnya informasi yang kita dapat, tanpa didukung dengan kemampuan berpikir logis, kita bisa jadi lebih percaya pada takhayul atau teori-teori miring *flatearth; *ohok-ohok**

Akhir kata, mengutip dari apa yang ditulis oleh Kurt Vonnegut, “Tiger got to sleep, bird got to land; Man got to tell himself he understand.” meskipun belajar tidak pernah mudah, tapi jangan menyerah, sebab itulah yang membuat kita menjadi “kita”, manusia.










Comments